KLB KERACUNAN MAKANAN PDF

Karena jumlah penduduk yang terus berkembang, maka jumlah produksi makananpun harus terus bertambah melebihi jumlah penduduk ini, apabila kecukupan pangan harus tercapai. Permasalahan yang dapat timbul sebagai akibat dari produksi makanan adalah kuailtas dan kuantitas bahan pangan. Hal ini tidak boleh terjadi atau tidak dikehendaki karena orang makan itu sebetulnya bermaksud mendapatkan energi agar tetap bertahan hidup, dan tidak untuk menjadi sakit karenanya. Dengan demikian sanitasi makanan menjadi sangat penting adanya.

Author:Duzragore Kelmaran
Country:Saudi Arabia
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):21 January 2019
Pages:378
PDF File Size:13.88 Mb
ePub File Size:17.32 Mb
ISBN:873-7-52349-599-2
Downloads:26508
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vomuro



Pendahuluan Penyakit yang disebabkan oleh makanan merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Makanan diketahui sebagai jalur penyebaran pathogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Peristiwa keracunan makanan seringkali terjadi ketika makanan tersebut dimasak dalam skala besar. Pada tanggal 9 Mei , di SD 3 Sangeh Kabupaten Badung beberapa orang siswa dilaporkan mengalami pusing, mual, muntuh, nyeri perut, maupun diare setelah mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kantin sekolah.

Apakah kejadian diatas merupakan KLB. Apa faktor penyebab dan bagaimana pola penularannya. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan KLB, mengetahui besaran masalah dan faktor risiko penularan.

Metode Penyelidikan dilakukan dengan menggunakan rancangan case-control, yang bertujuan untuk menelusuri sumber yang paling berpotensi sebagai penyebab keracunan makanan. Data dikaji secara deskriptif berdasarkan variabel epidemiologi menurut orang, tempat, dan waktu. Populasi dalam penyelidikan ini adalah seluruh siswa SD 3 Sangeh yang membeli makanan dari kantin sekolah. Sampel sampel kasus adalah siswa yang mengalami gejala mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, atau diare setelah mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kantin tersebut, sedangkan sampel control adalah siswa yang ikut mengkonsumsi makanan dari kantin sekolah tetapi tidak mengalami gejala sakit.

Sampel kasus yang dijadikan sebagai obyek penyelidikan adalah semua penderita yang berjumlah 33 orang,4 sedangkan control berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sampel kasus maupun control secara assidental. Data primer juga diambil melalui observasi terhadap lokasi pengolahan makanan. Analisis data bivariat untuk menilai kemaknaan hubungan antar variabel dilakukan dengan uji statistik chi-square, yang dilanjutkan dengan analisis multivariate dengan uji regresi ganda multiple regression.

Hasil dan Pembahasan 1. Peristiwa tersebut terjadi setelah beberapa siswa mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kantin sekolah. Keluhan mulai dirasakan duajam setelah siswa mengkonsumsi makanan tersebut. Penyelidikan epidemiologi bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang KLB keracunan makanan. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai keterangan dari penderita, pengelola kantin sekolah, maupun penjamah makanan.

Kurva Epidemiologi Lama paparan menggambarkan perjalanan alamiah suatu penyakit, mulai dari seseorang yang rentan terhadap penyakit dan diserang oleh agent patogenik sampai menimbulkan gejala penyakit riwayat alamiah penyakit. Setiap penyakit memiliki riwayat alamiah yang berbeda-beda. Masa inkubasi keracunan makanan yang terjadi di SD 3 Sangeh berlangsung sangat singkat. Siswa mulai mengkonsumsi makanan dari kantin sekolah pada pukul Gejala keracunan makanan mulai dirasakan pada pukul Berdasarkan masa inkubasi 2 s.

Sedangkan berdasarkan gejala klinis kemungkinan disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Gambar 1 menunjukkan tipe KLB berasal dari satu sumber penularan yang muncul sangat cepat, secara bersamaan dirasakan oleh orang yang terpapar, tetapi dengan cepat mengalami penurunan. Gambaran tentang kenaikan dan penurunan kasus dalam kurva epidemik diatas terjadi akibat adanya perbedaan waktu paparan. Gambaran Epidemiologi Penderita keracunan makanan adalah siswa yang mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kantin sekolah.

Sebaran penderita menurut jenis kelamin diketahui jenis kelamin perempuan 22 orang Sedangkan umur Identifikasi Faktor Risiko KLB Keracunan Makanan Penelusuran faktor risiko pada berbagai jenis makanan yang diduga sebagai penyebab KLB keracunan : Berdasarkan hasil uji bivariat diketahui hampir semua jenis makanan berpengaruh terhadap terjadinya KLB keracunan makanan. Kemungkinan telah terjadi kontaminasi silang dimana makanan yang sudah matang bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi.

Penanganan dan penyimpanan makanan yang tidak benar menyebabkan bakteri berkembang biak dan menghasilkan toxic. Hygeine dan sanitasi pengolahan makanan sangat diperlukan untuk menghasilkan makanan yang sehat.

Bakteri vibrio cholera dapat ditularkan melalui infeksi kulit food handlers. Penjamah makanan sedapat mungkin tidak menyentuh makanan secara langsung. Penggunaan alat masak, seperti alat untuk mengambil, dan menghidangkan makanan akan menghindari kontak anggota tubuh dengan makanan. Penjamah makanan harus sehat dan terbebas dari berbagai penyakit menular7.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa jenis bakteri salmonella sp, dan vibrio cholera terbukti ada pada sampel yang berbeda, Kepastian jenis bakteri yang paling besar sebagai penyebab peristiwa keracunan belum dapat diidentifikasi secara pasti, walaupun kemungkinan terbesar mengarah pada vibrio cholerae. Hal ini belum didukung dengan gejala yang paling khas dari bakteri vibrio cholera yang paling khas. Beberapa keterbatasan dalam penelusuran KLB ini, antara lain disebabkan oleh karena keterlambatan pengambilan sampel makanan, keterbatasan pemerik- saan laboratorium serta untuk pemeriksaan berbagai jenis bakteriologis, termasuk ractal swab penjamah makanan.

Masyarakat agar segera melapor kepada pihak terkait seperti dinas kesehatan puskesmas apabila terjadi kasus serupa sehingga dapat dilakukan tindakan yang cepat dalam penanggulangan dan membatasi dampak buruk yang ditimbulkan.

INDIGENISATION POLICY IN NIGERIA PDF

Contoh Makalah KLB

Pendahuluan Penyakit yang disebabkan oleh makanan merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Makanan diketahui sebagai jalur penyebaran pathogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Peristiwa keracunan makanan seringkali terjadi ketika makanan tersebut dimasak dalam skala besar. Pada tanggal 9 Mei , di SD 3 Sangeh Kabupaten Badung beberapa orang siswa dilaporkan mengalami pusing, mual, muntuh, nyeri perut, maupun diare setelah mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kantin sekolah. Apakah kejadian diatas merupakan KLB. Apa faktor penyebab dan bagaimana pola penularannya.

DESCARGAR GRATIS UNA FAMILIA FELIZ DAVID SAFIER PDF

Hari Keamanan Pangan Sedunia, Kasus Keracunan Makanan Masih Hantui Indonesia

Gentina, dr. Latar Belakang Penyakit yang disebabkan oleh pangan masih merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia. Pangan merupakan jalur utama penyebaran patogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Pangan juga dapat menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya maupun racun alami yang terkandung dalam pangan, yang sebagian diantaranya menimbulkan KLB keracunan pangan. Kejadian Luar Biasa KLB Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. KLB keracunan pangan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di perkotaan, pemukiman dan perindustrian. Keracunan pangan secara umum disebabkan oleh bahan kimia beracun tanaman, hewan, metabolit mikroba kontaminasi kimia, mikroba patogen dan non bakteri parasit, ganggang, jamur, virus, spongiform enchaphalopathies.

JERZY GUT WOJCIECH HAMAN DOCENI KONFLIKT PDF

KLB Keracunan Gorontalo dan Epidemiologi Kesehatan Darurat

Istilah wabah dan KLB memiliki persamaan, yaitu peningkatan kasus yang melebihi situasi yang lazim atau normal, namun wabah memiliki konotasi keadaan yang sudah kritis, gawat atau berbahaya, melibatkan populasi yang banyak pada wilayah yang lebih luas B. Pengertian Keracunan Makanan Keracunan makanan adalah gastroenteritis akut yang disebabkan oleh konsumsi dari bahan makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme patogen atau racun mereka atau jenis zat kimia beracun. Insiden keracunan makanan adalah umum di antara hostel, hotel, menyusui komunal, dan selama musim festival. Kisah biasa adalah, tiba-tiba mengalami gejala serupa dalam kelompok orang dengan riwayat asupan terakhir dari makanan dari sumber yang sama. Gejala yang paling umum adalah sakit perut, pusing, muntah dan diare.

BEKKERS BELEID IN BEWEGING PDF

KLB keracunan makanan

Ada dua orang dilaporkan meninggal dunia dan orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo. Bukan hanya peserta seminar guru yang mengalami keluhan sakit perut, muntah dan kejang-kejang, tetapi juga anak-anak para guru yang membawa pulang makanan dari seminar. Saat seminar berlangsung tidak semua peserta seminar makan ditempat, ada juga yang membawa pulang nasi kotak yang dibagikan panitia seminar sehingga beberapa korban keracunan satu keluarga. Banyak korban keracunan makanan mendorong pemerintah daerah setempat menetapkan kondisi luar biasa KLB keracunan pangan.

Related Articles